Review Drakor: My Girlfriend is Gumiho

Review Drakor: My Girlfriend is Gumiho

Review Drakor: My Girlfriend is Gumiho

Apa drama korea atau drakor yang pertama kali kamu tonton? Saya sendiri pertama kali melihat drakor Gumiho. Drama korea ini cukup menyita perhatian karena ceritanya yang unik dan diangkat dari mitos atau legenda. Gumiho adalah rubah berekor Sembilan berdasarkan cerita mitologi. Gumiho selalu dikaitkan sebagai salah satu legenda masyarakat Korea yang mengatakan bahwa Gumiho akan mempertahankan hidupnya dengan menyantap hati manusia karena dianggap sebagai sumber dari jiwa seorang yang hidup. Menurut Wikipedia sendiri, Gumiho memiliki arti gumiho yang berarti rubah berekor Sembilan. Gumiho merupakan makhluk yang muncul pada cerita rakyat dan legenda Korea. Berdasarkan cerita yang tertulis berikut, rubah yang telah tinggal ribuan tahun itu berubah menjadi kumiho. Cerita ini terdengar seperti cerita kitsune Jepang dan huli jing Tiongkok. Makhluk ini dapat dengan mudah berubah menjadi wanita cantik. Terdapat beberapa cerita yang didalamnya terdapat gumiho.

Sampai saat ini belum ada keterangan tertulis jelas di mana titik waktu Korea mulai melihat gumiho sebagai makhluk murni jahat, karena teks-teks kuno menyebutkan gumiho baik hati membantu manusia (dan bahkan membuat menyebutkan manusia jahat menipu baik tapi kumiho naif). Dalam literatur kemudian, gumiho sering digambarkan sebagai haus darah setengah-rubah, setengah manusia makhluk yang berjalan kuburan di malam hari, menggali hati manusia keluar dari kuburan.

Di dalam drama ini, dikisahkan bahwa Gumiho ini sangat ingin menjadi manusia dan tinggal di dunia manusia. Tapi, ada syarat untuk memenuhi hal itu. Sang Gumiho harus menikah dengan seseorang yang benar-benar mencintainya. Gumiho pun mencari seorang kekasih dan menanti seorang suami sejak beratus-ratus tahun lalu, tapi tak seorang pun mau menjadi suaminya karena takut akan cerita-cerita mengerikan mengenai Gumiho. Dan, karena Gumiho tak kunjung mendapatkan suami, maka dia pun dikunci di dalam sebuah lukisan, oleh Three Mothers God.

Drama yang sering saya singkat dengan sebutan Gumiho ini, dibuka dengan adegan Cha Dae Woong (Lee Seung Gi) yang baru keluar dari kampusnya dan langsung ditemui oleh Mi Ho (Shin Min Ah). Berapa kali Dae Woong berusaha menghindar, Mi Ho terus saja nampak. Ya, karena Mi Ho adalah Gumiho yang sudah berhasil keluar dari lukisan berkat bantuan Cha Dae Woong sendiri. Lalu, scene pun mundur, menceritakan awal mula dan bagaimana Cha Dae Woong ini bisa bertemu dengan lukisan Gumiho dan mengeluarkannya dari sana.

Hutang budi pun berlanjut. Gumiho merasa memiliki kewajiban membalaskan kebaikan Cha Dae Woong dengan menolong cowok itu memberinya sebuah “kehidupan” melalui sebuah bead atau gusuri atau semacam kristal yang ada di dalam tubuh Gumiho, sewaktu Cha Dae Woong tergelincir dari tebing. Ajaib, Dae Woong pun tak merasakan sedikit pun rasa sakit meski jatuh dari bebatuan yang tinggi.

Dan, kisah pun terus bergulir. Dae Woong yang ketakutan dan merasa risih dengan kehadiran Gumiho, semula tidak percaya dengan semua kata-kata Gumiho tersebut. Dia pikir gadis itu gila menyebut dirinya dengan Gumiho. Tapi, ketika akhirnya Dae Woong melihat sendiri bagaimana gadis itu benar-benar memiliki bead dan bahkan 9 buntut, akhirnya dia percaya dan pasrah pada nasib yang membuatnya berada tak lebih satu meter pun dari Gumiho, yang kemudian diberi nama panggilan Mi Ho.

Secara keseluruhan, cerita dari drama korea ini sangat menarik untuk ditonton. Apalagi banyaknya adegan romantis dan sedih yang bercampur aduk menjadi satu. Untuk nonton drama korea ini, kamu bisa mencari banyak website yang terdapat di internet.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *